<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>libanon &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/libanon/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "libanon"</description>
	<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 09:43:02 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Rawia Morra hyllar en barnamördare]]></title>
<link>http://vitmedelaldersman.wordpress.com/?p=7</link>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 08:39:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>vitmedelaldersman</dc:creator>
<guid>http://vitmedelaldersman.wordpress.com/?p=7</guid>
<description><![CDATA[Rawia Morra släpar sin lilla sten till bygget av den libanesiske nationens store hjälte, terrorist]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Rawia Morra släpar sin lilla sten till bygget av den libanesiske nationens store hjälte, terroristen och <a href="http://www.washingtonpost.com/ac2/wp-dyn?pagename=article&#38;contentId=A2740-2003May17" target="_blank">barnamördaren </a>Samir Kuntar.</p>
<p>Några klipp ur hennes <a href="http://rawiamorra.se/2008/07/15/en-sorglig-fest-i-libanon-imorgon/" target="_blank">text </a>talar sitt eget tydliga språk:</p>
<p><em>”<span style="font-family:Georgia,serif;">Araberna kallar honom de arabiska fångarnas furste”</span></em></p>
<p><em>”<span style="font-family:Georgia,serif;">Det som har sipprat ut från fängelserna är att Samir har växt till sig. En storvuxen man med stora ögon och fast blick”</span></em></p>
<p align="left"><em>”<span style="font-family:Georgia,serif;">Om han ångrat sig? Knappast, verkar det som. Det han lovat från fängelset, sägs det, är att ägna sig åt motståndet resten av sitt liv.”</span></em></p>
<p align="left"><em>”<span style="font-family:Georgia,serif;">Samir al-Quntar kommer nog att spela en stor politsk [sic] roll i Libanon i fortsättningen, oavsett om han har förstått det eller inte.”</span></em></p>
<p align="left"><em>”<span style="font-family:Georgia,serif;">Det som har sipprat ut från israeliska fängelser är att killen är bergfast i sin övertygelse om motståndets nödvändighet när det gäller konflikten med Israel. Han har varit en stor ledare och en inspiratör för alla som träffat honom. Och om arabiska fångar har haft en lika stor dröm om friheten  så har den handlat om att få träffa Samir al-Quntar i fångenskapen.”</span></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lesetipp:  Michael J. Totten, Commentary Magazine: The Truth about March 14]]></title>
<link>http://blog.fdog.org/2008/07/18/lesetipp-michael-j-totten-commentary-magazine-the-truth-about-march-14/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 16:44:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Daniel Fallenstein</dc:creator>
<guid>http://blog.fdog.org/2008/07/18/lesetipp-michael-j-totten-commentary-magazine-the-truth-about-march-14/</guid>
<description><![CDATA[  Michael J. Totten, Commentary Magazine: 				The Truth about March 14
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.commentarymagazine.com/viewarticle.cfm/the-truth-about-march-14-11685"> <span class="author"> Michael J. Totten</span>, Commentary Magazine: 				The Truth about March 14</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kemenangan Baru Hizbullah ]]></title>
<link>http://dzulfikar.wordpress.com/?p=851</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 10:06:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>dzulfikar</dc:creator>
<guid>http://dzulfikar.wordpress.com/?p=851</guid>
<description><![CDATA[By  :  dzulfikar

Nama Hizbullah kembali bergema di dunia Arab dan dunia Islam. Negosiasi berbulan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>By  :  <em><strong>dzulfikar</strong></em></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><a href="http://musakazhim.files.wordpress.com/2008/07/hasan.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-472" src="http://musakazhim.files.wordpress.com/2008/07/hasan.jpg?w=300&#38;h=189" alt="" width="300" height="189" /></a></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Nama Hizbullah kembali bergema di dunia Arab dan dunia Islam. Negosiasi berbulan-bulan menyangkut pertukaran tawanan berbuah kemenangan telak bagi Hizbullah. Semua pihak, kawan maupun lawan, mengakui kelihaian Hizbullah memainkan kartu-kartunya selama bernegosiasi dengan Israel. </span></p>
<p><!--more--></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Sepertinya kata-kata Sayyid Hasan Nashrullah pada tahun April 2000 lampau selalu saja menjadi kenyataan. Dalam pidato menyambut hengkanya pasukan Israel dari Lebanon Selatan, Nashrullah menyatakan, “Masa-masa kekalahan telah berlalu, dan kini tibalah masa kemenangan demi kemenangan.”</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Dua tahun silam, tepatnya 12 Juli 2006, Hizbullah menculik dua tentara Israel: Ehud Goldwasser dan Eldad Regev. Beberapa jam setelah operasi penculikan, Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nashrullah, menggelar konferensi pers. Dengan tegas dia menyatakan bahwa kedua tentara itu tidak akan bisa pulang kecuali lewat negosiasi tidak langsung. “Saya katakan bahwa dua tentara ini tidak akan kembali kecuali dengan negosiasi tidak langsung. Tak ada kekuatan mana pun di dunia ini yang bisa mengembalikan mereka kecuali negosiasi tidak langsung. Wassalam!”</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Saat seorang wartawan menyatakan kemungkinan respons militer Israel atas operasi penculikan itu, Nashrullah tersenyum simpul. “Kita semua tahu bahwa pimpinan Israel sekarang ini adalah wajah-wajah baru. Mulai dari PM sampai pimpinan militer yang ada belum mengenal Lebanon. Mungkin saja mereka berpikir tidak realistis dan berpetualang yang merugikan mereka sendiri. Lebih baik mereka berkonsultasi dengan semua pemimpin Israel yang pernah merasakan pahitnya serangan militer Israel ke Lebanon.”</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Tapi Ehud Olmert justru keluar dari sidang kabinet terbatas bidang keamanan dengan ultimatum: “Kedua tawanan itu harus dikembalikan tanpa syarat apapun. Bila para teroris tidak melakukan tuntutan ini dalam 72 jam mendatang, maka kita akan porak-porandakan seluruh infrastruktur mereka.”</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Pagi 14 Juli, Olmert kembali menggelar konferensi pers. Nada bicaranya semakin berapi-api. “Saya sudah menginstruksikan seluruh jajaran militer untuk melakukan serangan mematikan ke sarang teroris. Tujuan serangan ini adalah mengembalikan kedua tawanan, menghancurkan infrastruktur militer dan komunikasi Hizbullah dan membunuh pimpinan tertingginya.” </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Tak lama setelah itu, pesawat-pesawat tempur Israel memulai serangan membabi buta ke seantero Lebanon selatan. Tak seorang pun bisa menutup mata atas kebrutalan serangan militer Israel. Menurut laporan PBB, bom yang dijatuhkan Israel dalam 33 hari itu menyamai kuantitas bom yang digunakan dalam masa setahun Perang Dunia II. Tapi <em>tokh</em> kita sudah tahu hasil akhir perang itu: kemenangan Hizbullah atas Israel.</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Israel</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> terguncang. Kian lama guncangan itu kian terasa berat bagi entitas zionis itu. Dan puncaknya, sebuah komisi khusus yang dibentuk untuk menyelidiki hasil-hasil perang dengan tegas menyimpulkan berbagai kegagalan militer Israel dalam aspek strategis, taktis, logistik, propaganda media dan lain sebagainya.</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Hizbullah kembali meminta Israel untuk melakukan negosiasi tidak langsung untuk pertukaran tawanan. Sekjen PBB menunjuk seorang mediator Jerman, Gerhard Conrad, untuk memediasi negosiasi antara Hizbullah dan Israel. Conrad memang orang yang dipilih kedua belah pihak, karena dia memiliki kontak khusus dengan Hizbullah dan dipercaya oleh Israel. Pada pertukaran tawanan antara Hizbullah-Israel tahun 2004 lalu, Conrad berhasil mengukuhkan kredibilitasnya di mata kedua pihak.</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Negosiasi berjalan alot dan berlarut-larut lantaran Israel menuntut Hizbullah membiarkan tim Palang Merah Internasional untuk menemui kedua tentara yang diculik tersebut. Berbagai organisasi kemanusiaan internasional juga menekan Hizbullah untuk mengizinkan bagi tim kemanusiaan PMI untuk menjenguk keduanya. </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Tapi Hizbullah menolak. Hidup-mati kedua tawanan ini adalah bagian dari poin negosiasi yang terus dikemukakan Hizbullah. Dalam berbagai negosiasi tertutup antara pihak Hizbullah yang dikepalai oleh Wafik Shafa, Kepala Dep. Koordinasi Hizbullah, selalu ada penekanan bahwa nasib kedua tawanan itu bakal semakin menderita bila pihak Israel mengulur-ulur waktu. </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Di dalam negeri, keluarga kedua tentara itu terus mendesak pemerintah Olmert untuk menuntaskan krisis tawanan dengan berbagai cara. Akhirnya sebuah keputusan bulat diambil kabinet Israel yang terdiri atas koalisi berbagai partai itu menyetujui kesepakatan pertukaran tawanan antara Hizbullah dan Israel. </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Hari-hari setelah kesepakatan diumumkan, media massa Israel masih mengesankan bahwa kedua tawanan itu hidup, sekalipun ada dugaan kuat bahwa keduanya telah mati. Kepastian kematian keduanya telah menusuk hati publik Israel, lantaran harga yang harus mereka bayar sangat tinggi. Apalagi, sejak lama Israel telah menegaskan bahwa Samir Kuntar, pejuang yang dikenai 5 kali masa tahanan seumur hidup plus 87 tahun masa tahanan tambahan itu, tidak akan dilepas dengan harga apapun. </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Dalam pidato sambutannya kemarin, Samir Kuntar juga menyatakan bahwa sejumlah pejabat tinggi Israel menyatakan padanya bahwa Allah belum menciptakan orang yang mampu membebaskannya. “Kini, malam ini, saya akan katakan padanya bahwa Allah telah menciptakan ribuan yang jika berkehendak, mereka berbuat segalanya untuk mewujudkannya; jika berkata, mereka jujur; dan jika berjanji, mereka menepati.” </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Berbagai tokoh Arab menyambut kemenangan Hizbullah kali ini sebagai yang terbesar, karena hanya Hizbullah yang berhasil menuntaskan kasus tawanan dengan Israel secara meyakinkan. Dibanding kemenangan militer tahun 2006, kemenangan pertukaran tawanan ini memiliki nilai moral, humanitarian, simbolis dan politik yang lebih besar. Hasil ini menunjukkan bahwa Hizbullah bukan hanya mampu bertempur, tapi juga lihai berdiplomasi dan bernegosiasi di pentas global. </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Bagi Sayyid Hasan Nashrullah sendiri, hasil ini menunjukkan pada dunia Islam secara khusus dan dunia secara umum bahwa pemimpin yang tulus bisa memenuhi semua janji yang diucapkannya</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;">. Allah pasti membantu mereka menepati janji dan tekadnya.(http://musakazhim.wordpress.com/)</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Libanesisches Stockholmsyndrom?]]></title>
<link>http://blog.fdog.org/2008/07/18/libanesisches-stockholmsyndrom/</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 23:33:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Daniel Fallenstein</dc:creator>
<guid>http://blog.fdog.org/2008/07/18/libanesisches-stockholmsyndrom/</guid>
<description><![CDATA[Handelt es sich hier vielleicht um eine kollektive Form des Stockholm-Syndroms? Immerhin sind die B]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Handelt es sich hier vielleicht um eine kollektive Form des Stockholm-Syndroms? Immerhin sind die Bürger des Libanon die Leidtragenden…</p></blockquote>
<p><a href="http://www.sprachkasse.de/blog/2008/07/16/ein-kindermoerder-wird-bejubelt/#comment-11927">Ein Kindermörder wird bejubelt - Chajms Sicht</a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mein Meta-Boykott]]></title>
<link>http://fdog.wordpress.com/?p=3353</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 16:27:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Daniel Fallenstein</dc:creator>
<guid>http://fdog.wordpress.com/?p=3353</guid>
<description><![CDATA[Die Kollegen von I like Israel regen in ihrem Newsletter Maßnahmen an, die politische Konsequenzen ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Die Kollegen von <a href="http://il-israel.org/index.php">I like Israel</a> regen in ihrem Newsletter Maßnahmen an, die politische Konsequenzen des sogenannten Gefangenenaustausches vorantreiben sollen. Die unwürdige Rolle libanesischer Regierungsmitglieder bei der Propaganda-Inszenierung der Hezbollah wird besonders gescholten - zu Recht.<!--more--></p>
<p>Zu den vorgeschlagenen Aktivitäten zählen u.a. <em>Jährliche Gedenkveranstaltungen, Petition an die Bundeskanzlerin,  Demonstrationen vor libanesischen Vertretungen.</em> Wogegen absolut nichts einzuwenden ist.</p>
<p>Warum allerdings ein <em>Touristischer Boykott des Libanon</em> und ein <em>Boykott libanesischer Produkte im Supermarkt </em>auf der Liste stehen, entzieht sich meinem Verständnis. Der politisch motivierte Verbraucherboykott ist nicht nur zahnloseste dieser Maßnahmen. Sie ist moralisch gegen den Boykotteur wendbar, nicht zielsicher und gehört deshalb endlich… boykottiert.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Feiern Muslime die Befreiung eines Kindermörders?]]></title>
<link>http://islamicrevolutionservice.wordpress.com/?p=1205</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 14:39:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>islamicrevolutionservice</dc:creator>
<guid>http://islamicrevolutionservice.wordpress.com/?p=1205</guid>
<description><![CDATA[Je mehr der Zionismus sowohl auf dem militärischen Sektor als auch auf dem diplomatischen Sektor ve]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Je mehr der Zionismus sowohl auf dem militärischen Sektor als auch auf dem diplomatischen Sektor verliert, umso lauter ertönt die Propagandamaschinerie mit umso hässlicheren Lügen!</p>
<p>Heute – zum Geburtstag Imam Alis (a.) – fand zwischen Israel und dem Libanon ein Gefangenenaustausch statt, der es in sich hatte. Und die erneute Niederlage Israels ist für die Vertreter des Zionismus so schmerzhaft, dass sie in der gesamten Welt ihre Schreiber mobilisiert haben, um den erneuten Erfolg der Hizbullah zu denunzieren.</p>
<p>"Ist der Mörder eines kleinen Mädchens euer Held?" So lautet die Schlagzeile in einer seriösen deutschen Zeitung. Und wie es dann in den weniger seriösen Blättern klingen wird, kann sich jeder vorstellen. Aber ist es wirklich so, dass Israel heute einen Kindesmörder frei lässt und die muslimische Welt die Freilassung eines Kindermörders feiert?</p>
<p>Ist es überhaupt vorstellbar, dass irgendeine Gruppe von Menschen, unabhängig davon, welcher Ethnie sie angehört und welcher Religion einen Kindermörder feiert? Welchen Hass muss man verspüren, und wie sehr muss man rassistisch orientiert sein, um gleich einer ganzen Gruppe von Menschen so etwas vorzuwerfen? Ja, sicher kann es sein, dass eine Gruppe von Menschen durch eine Falschinformation oder Propaganda jemanden feiert, der in Wirklichkeit ein Verbrecher ist, aber dann würde sie es in Unkenntnis der Geschehnisse tun. Aber gleich einer gesamten Religionsgemeinschaft und dazu dem Volk im Libanon inklusive Drusen und Christen, die heute mitfeiern, vorzuwerfen, sie würden einen Kindesmördern feiern, ist der perfideste Beweis für den Niedergang des Zionismus, der das Gesicht seiner menschenverachtende Ideologie nur noch durch die Schreiberlinge der westlichen Welt derart überschminken kann, dass man das Gesicht selbst nicht mehr erkennt. Wer aber ist denn da heute frei gekommen, und warum ist der Mann so “gefährlich“ für den Zionismus, dass sie solch eine lautes Geschrei um ihn veranstalten, wie sonst nie bei einem Gefangenenaustausch?</p>
<p>Knapp zwei Jahre nach Ende des Überfalls Israels auf den Libanon hat die Hizbullah heute die Särge mit den sterblichen Überresten der zwei israelischen Soldaten übergeben, deren Festnahme auf libanesischem Boden Vorwand für den israelischen Überfall war, bei dem auf libanesischer Seite etwa 1200, zumeist Zivilisten, und in Israel 159 Menschen, zumeist Soldaten, ums Leben kamen. Im Gegenzug wurden fünf Libanesen aus israelischer Haft entlassenen. Unter ihnen Samir Quntar.</p>
<p>Wer aber ist Samir Quntar? Und warum hat die Hizbullah seine Freilassung zur obersten Bedingung gemacht obwohl er gar kein Muslim ist?</p>
<p>Samir Quntar ist inzwischen 46 Jahre alt und ein libanesischer Druse. Er war 1979 an einer Kommandoaktion der damals aktiven Palästinensischen Befreiungsfront (PLF) als Anführer eines vierköpfigen Trupps beteiligt. Der Angriff erfolgte am 22. April 1979 nahe der Küstenstadt Naharija. Ziel der Operation war eine Militärbasis bei einer jüdischen Siedlung. U.a. wollte man nach eigenen Angaben eine hohe israelische Persönlichkeit gefangen nehmen und ihn dann gegen in Israel einsitzende Widerstandskämpfer gegen die Besetzung Palästinas austauschen. Der Trupp ist mittels eines Schlauchboots von Tyros im Südlibanon aus gestartet, um eine der größten israelischen Militärbasen in Naharija anzugreifen. Die Besonderheit der Aktion lag u.a. darin, dass es Quntar gelang, sämtliche Abwehrmaßnahmen und den Radar der Israelis zu durchbrechen. Bei der Ankunft in Naharija kam es dann zum ersten Schusswechseln mit israelischen Sicherheitskräften. Dabei wurde ein israelischer Korporal getötet. Daraufhin ist man in ein Hochhaus eingedrungen, in dem Quntar den israelischen Atomwissenschaftler Dany Haran gefangen nahm. Im Anschluss beim Versuch, wieder das Boot zu erreichen, gerieten sie in ein Feuergefecht, dass ihre Rückkehr verhinderte. Insgesamt wurden dabei sechs israelische Soldaten getötet und zwölf weitere verwundet, darunter auch der kommandierende General des Nordsektors, Jossef Zahur, welchen Samir Quntar mit drei Kugeln in die Brust getroffen hat. Zahur selbst hatte seine schweren Verletzungen überlebt und die Ereignisse zehn Jahre später in einem Interview mit einer israelischen Zeitung bestätigt. Quntar wurde von fünf Kugeln getroffen und zusammen mit einem zweiten Mitkämpfer von Israelis gefangen genommen. Die beiden anderen des Trupps wurden getötet.</p>
<p>Der enorme militärische Erfolg der Kommandoaktion – selbst wenn sie letztendlich vereitelt wurde – war ein Schock für Israel. Denn sie waren offenbar nicht in der Lage ihre eigenen Atomwissenschaftler, die wohl am Bau von Atomwaffen beteiligt waren, hinreichend zu schützen und zudem konnte ein Schlauchboot in Israel eindringen und so viel Schaden anrichten.</p>
<p>Um diesen Misserfolg zu kaschieren, wurde eine Geschichte von zwei getöteten israelischen Mädchen in die Medien gesetzt. Dabei soll eines sogar von der eigenen Mutter erstickt worden sein, die das angeblich schreiende Kind mit einem Kissen zur Ruhe bringen wollte, um nicht selbst in das Visier der “Terroristen“ – wie es bei den Israelis heißt – zu geraten. Wenn aber Palästinenser, die ihr besetztes Gebiet im Kampf gegen Besatzungssoldaten befreien wollen, Schuld daran sind, dass eine Mutter ihr Baby aus Todesangst erstickt, welche Schuld tragen dann israelische Mütter, die ihre Babys auf besetztes Gebiet bringen, von dem Tausende einheimische Babys gewaltsam vertrieben wurden?</p>
<p>Dennoch, das alles ist noch nicht Erklärung genug, um die heutigen Reaktionen zu verstehen. Schließlich war die damalige Aktion von der damaligen PLF geleitet, die kaum islamische Ziele verfolgte, sondern aus einer rein nationalistischen Motivation heraus agierte. Und immerhin liegt die Aktion nunmehr fast 30 Jahre zurück! Was ist so anders an diesem Fall und dieser Person, dass Israel ihn nicht frei geben wollte und er zum mit Abstand langjährigsten Gefangenen Israels wurde?</p>
<p>Quntar wurde damals schwer verletzt festgenommen, nach seinen Angaben ohne Narkose operiert und nach seiner Genesung wegen Mordes zu vierfacher lebenslänglicher Freiheitsstrafe in Israel verurteilt. Anders als bei schiitischen Gefangenen hatte man bei diesem jungen Drusen in Israel die Hoffnung, dass man ihn “umerziehen“ und für die Belange Israels hätte einsetzen können, wie es bereits vorher bei einigen Drusen gelungen war. Daher durfte Quntar im israelischen Gefängnis Englisch und Hebräisch lernen. An der Open University von Tel Aviv erwarb er einen Abschluss in Soziologie. Der englische Titel seiner auf hebräisch geschriebenen Diplomararbeit lautet: "The Contradiction of Democracy and Security in Israel." Selbst heiraten durfte er im Gefängnis.</p>
<p>Aber all jene Behandlungen halfen nicht. Quntar entwickelte sich im Gefängnis immer mehr zu einem Sympathisanten der Hisbollah und der islamischen Befreiungstheologie. Als der Drusenanführer Dschumblatt sich zuletzt gegen die Hizbullah stellte, schmuggelte Quntar Botschaften aus dem Gefängnis heraus, dass sich die Drusen mit Hizbullah-Anführer Nasrullah verbinden sollen. Während sein Mitgefangener Truppengefährte bereits 1986 ausgetauscht wurde, stellte Quntar eine Gefahr für Israel dar und wurde daher nicht frei gelassen.</p>
<p>Für die Hizbullah ist der heutige Austausch ein mehrfacher Erfolg. Der Austausch erfolgte genau zum Geburtstag Imam Alis (a.). Zwar hat die westliche Propagandapresse so die Gelegenheit zu behaupten, dass außergewöhnliche Feierlichkeiten anlässlich der Freilassung im ganzen Land stattfinden, aber in der muslimischen Welt ist man sich des Symbolcharakters dieser Freilassung durchaus bewusst. Denn dadurch steigt auch das Ansehen der Hizbullah bei den Drusen, nachdem sich schon die Christen im Land mehrheitlich hinter die Hizbullah gestellt haben. Dabei gehen viele davon aus, dass Israel sich selbst eliminieren wird, wie einstmals die UdSSR oder das Apartheidsregime von Südafrika. Zwar sind heute noch viele Israelis betäubt von der Propaganda, dass ein angeblicher Kindermörder frei gekommen sei, aber irgendwann wird sich auch die eigene Bevölkerung fragen, wer letztendlich die Schuld daran trägt, dass so viele Kinder auf beiden Seiten sterben.</p>
<p>Kein Muslim wird wissentlich die Freilassung eines Kindesmörders feiern! Und kein seine eigene Religion kennender und gebildeter Muslim wird annehmen, dass Juden im Allgemeinen so etwas tun würden oder Christen! Umso erstaunlicher ist es, dass es offenbar möglich ist, jenes Märchen einer breiten Leserschaft in der westlichen Welt zu verkaufen. So lange man aber Muslime als Monster verkauft, ist niemandem gedient außer jenen, die die Freiheit aller Menschen beschneiden wollen, um sie zu beherrschen.</p>
<p>Frieden in der Region wird es – völlig unabhängig vom heutigen Fall – erst dann geben, wenn der Zionismus überwunden wird. Und das können Juden, Christen und Muslime gemeinsam schaffen. Danach wird keine Mutter mehr um den Verlust des eigenen Babys durch Besatzung oder Widerstand gegen die Besatzung weinen müssen. Und inschaallah – so Gott will – wird das schon bald sein.</p>
<p>Eine Schlussbemerkung sei der deutschen Vermittlung des Gefangenenaustausches gewidmet. Sie hat sich geschichtlich entwickelt und noch vertrauen beide Seiten der deutschen Gründlichkeit. In wieweit Deutschland aber diese Rolle auch in Zukunft angesichts der zunehmenden Islamfeindlichkeit im Inneren wie im Äußeren spielen kann, wird sich zeigen. <!-- Ende BeitragsText --></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Auswirkungen des Gefangenentauschs]]></title>
<link>http://mister3h.wordpress.com/?p=256</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 13:08:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sebastian</dc:creator>
<guid>http://mister3h.wordpress.com/?p=256</guid>
<description><![CDATA[Fortsetzung eines Beitrags von gestern.
Der Mörder Samir Kuntar (Zur Erinnerung: Er hat einen Israe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Fortsetzung eines <a href="http://blog.sebmos.com/2008/07/16/hisbollah-1-zivilisation-0/">Beitrags von gestern</a>.</p>
<p>Der Mörder Samir Kuntar (Zur Erinnerung: Er hat einen Israeli vor den Augen seiner 4 Jahre alten Tochter erschossen und ihr dann den Schädel mit einem Gewehrkolben eingeschlagen. In der libanesischen Version ist der Mann ein Atomwissenschaftler (stimmt nicht), von der Tochter ist nie eine Rede.) ist also frei und wird mit Staatsehren empfangen.</p>
<p>Nur einen Tag später sehe ich zwei Trends:</p>
<ul>
<li><strong>Die Hisbollah ist gestärkt.</strong> Sie hat es geschafft, dass sich alle - auch die Regierungsvertreter - bei ihr bedanken, ihre Rolle als "Befreiungs-Organisation" schätzen, etc. Die Hisbollah arbeitet hier für die Zukunft - sie muss sich im eigenen Staat nicht mehr für ihren "Widerstand" (Wogegen? Die Israelis sind seit 8 Jahren lange abgezogen!) rechtfertigen.</li>
<li><strong>Israel ist gestärkt.</strong> Ich hab das am Anfang nicht gesehen - ich sah den Austausch als strategischen Fehlschlag. Jetzt, wo ich die Kommentare auf <a href="http://derstandard.at/">derStandard.at</a> zu den Artikeln lese, merke ich aber, dass die Meinung geschwenkt hat. Normalerweise beklagt jeder zweite Kommentar im Forum das "israelische Regime" und die Opfer der Hisbollah, während über israelische Verluste frohlockt wird. Das hat sich geändert.  Ich hab fast keine solcher Kommentare gelesen.</li>
</ul>
<p>Wenn die Bevölkerung gegen den Libanon ist, wird auch irgendwann die Politik aufhören, das Land zu unterstützen. Verdient hat es diese Unterstützung nicht.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Der Unterschied]]></title>
<link>http://heplev.wordpress.com/?p=418</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 10:21:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>heplev</dc:creator>
<guid>http://heplev.wordpress.com/?p=418</guid>
<description><![CDATA[Das Bild unten stammt von der heutigen Titelseite der israelischen Tageszeitung Yisrael Hayom (Israe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Das Bild unten stammt von der heutigen Titelseite der israelischen Tageszeitung <em>Yisrael Hayom</em> (Israel heute).</p>
<p class="MsoNormal">Die Schlagzeile lautet: „Zwischen zwei Grußgesten“ (soll heißen: der Unterschied zwischen zwei Grußgesten).</p>
<p class="MsoNormal">In der Bildunterschrift steht (bitte daran denken, dass Hebräisch von rechts nach links gelesen wird): „Zwei Bilder, die die ganze Geschichte erzählen. Oben: Der Generalstabschef, Generalleutnant Gabi Ashkenazi, salutiert am Sarg von Ehud Goldwasser auf der Basis Shraga, während links neben ihm die weinende Witwe Karnit auf den Sarg blickt. Links: Der befreite Mörder Samir Kuntar in Hisbollah-Uniform grüßt mit erhobenem Arm bei den Feiern zu seiner Ehre in Beirut, an denen Nasrallah teilnahm.“</p>
<p>1</p>
<p class="MsoNormal"><img src="http://i115.photobucket.com/albums/n308/Herbert_64/Israel/Twosalutes-Thewholestory.jpg" border="0" alt="" width="550" align="middle" /><span style="font-size:9pt;"><br />
(Übermittelt von Nissan Ratzlaw-Katz)</span>
</p>
<p class="MsoNormal">Und nur für den Fall, dass jemand auf die Idee kommt, das sei nicht der Gruß der Braunhemden, hier noch ein Bild beim Einmarsch - das sollte nun wirklich eindeutig sein (gefunden bei <a title="Medien BackSpin" href="http://backsp.wordpress.com/2008/07/17/aps-nazi-geste/" target="_blank">Media BackSpin</a>), denn wo dieser Arm hinzeigt, gibt es niemandem, dem man zuwinken kann:</p>
<p class="MsoNormal"><img src="http://backspin.typepad.com/backspin/images/2008/07/17/ap_gesture.jpg" border="0" alt="" align="middle" /><span style="font-size:10pt;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Zwei schwarze Särge]]></title>
<link>http://deralltaeglichewahnsinn.wordpress.com/?p=399</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 09:55:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>udos</dc:creator>
<guid>http://deralltaeglichewahnsinn.wordpress.com/?p=399</guid>
<description><![CDATA[Ich hab mir zum Thema israelischer Gefangenenaustausch mal die Kommentare im Standard-Onlineforum a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ich hab mir zum Thema israelischer Gefangenenaustausch mal die Kommentare im Standard-Onlineforum angeschaut und präsentiere euch hier einmal die Rosinen (im guten wie im schlechten Sinne):</p>
<p> </p>
<p>Wenn man die Verbrechen der Hisbollah schönen möchte, geht man manchmal schon ein wenig weit, gell Herr Schaefer? Dieser hat nämlich zu Kantars Mord an einer 4jährigen folgendes geschrieben (da fehlen einem doch echt die Worte):</p>
<p> </p>
<p>"Ist nur die Aussage auf Seiten der Israleis um die Blamage zu übertünchen, dass sie nichtin der Lage waren ein Schlauchboot mit dem Radar aufzuspüren und ihre Atomwissenschaftler zu schützen.</p>
<p>Ein Kind kam bei der Aktion Kuntars nie ums Leben.</p>
<p>Ist eine Lüge zur Übertünchung der Blamage.</p>
<p>Mfg"</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Miriam7 hat dazu ein wahres Wort gesprochen:</p>
<p> </p>
<p>"</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="normal"><strong>unappetitlicher als die Siegerposen der Hisbollah . . .</strong></td>
</tr>
<tr>
<td class="normal" colspan="5">geht's doch noch, wenn ich mir hier im Forum die Postings mancher Menschen anschaue.Da werden die Opfer Samir Kuntar's noch verhöhnt, indem man die Tat ganz einfach abstreitet oder es wird die abstruse Behauptung in den Raum gestellt, die israelischen Soldaten wurden durch israelische Bomen getötet; da wird Olmert (dem man vieles vorwerfen kann, aber da ermitteln israelische Gerichte) mit Kuntar verglichen; da wird Sharon mit Kuntar verglichen und ihm eine Verurteilung wegen Menschenrechtsverletzungen vorgeworfen, ohne zu erwähnen, daß die Massaker von christlichen libanesischen Milizen gemacht wurden.</p>
<p>Und das von Menschen, die in diesem Konflikt nicht Partei sind. Ja. es geht immer noch unappetitlicher!</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>"</p>
<p> </p>
<p>tiuri beklagt sich, dass die Medien immer nur zu den Israelis halten:</p>
<p>"</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="normal"><strong>was ich interessant finde...</strong></td>
</tr>
<tr>
<td class="normal" colspan="5">... ist wie einseitig immer die berichterstattung ist, wenn es um israel geht. von den israelischen soldaten erfahren wir die namen, lernen wir eventuell die familie kennen, wird erzählt wir nette menschen sie waren, etc. von den palästinensischen mördern lernen wir genau ihre taten kennen, wie sie welche personen ermordet haben.doch wär so eine berichterstattung auch andersrum möglich. könnten wir die 200 toten araber(Innen?) auch noch mit dem namen kennenlernen. wie sie ermordet wurden? wer es getan hat? von diesen erfahren wir nur, dass sie arabische "kämpfer" waren. waren sie das wirklich? wollten sie kämpfen? oder wurden sie von den umständen dazu gedrängt?</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>"</p>
<p>Mich würden die Umstände interessieren, die jemanden "zwingen" mit einem Bombengürtel ins nächste EInkaufszentrum zu gehen, lieber tiuri.</p>
<p> </p>
<p>hamstertier hat ihm aber gleich erklärt, was Sache ist:</p>
<p>"lesen sie den artikel, da steht es drin. die 200 toten araber starben bei angriffen auf israelis, sind also gefallene soldaten. die toten israeli wurden entführt und ermordet. die freigelassenen, (jetzt als helden gefeierten) sind mörder (einer hat ein kleines mädchen erschlagen, nachdem er sie erst hat zusehen lassen, wie er ihren vater, einen zivilisten, übrigens, erschossen hat). "</p>
<p> </p>
<p>Sehr weitsichtig (Achtung, Ironie) ist auch Mr. Hydes Ansicht, wie die Leute, die Israel verteidigen, gestrickt sind: "</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="normal"><strong>Wenn sich die Israelis politisch vernünftiger geben,</strong></td>
</tr>
<tr>
<td class="normal" colspan="5">brauchen's weniger an der Grenze herumsitzen, und schon gar nicht über die Grenze gehen.Und ich hätte nicht feststellen können, dass die Existenz von Schlächtern eine exklusive Eigenschaft islamischer Gruppierungen ist.</p>
<p>Der Rest Deines Posts ist nach dem Motto:</p>
<p>Israel ist unschuldig, wer Anderes behauptet ist<br />
[ ] Weltverschwörer<br />
[ ] Antisemit<br />
[ ] Unwissend.<br />
(bitte alle Drei ankreuzen).</p>
<p>Und wenn Du Dich in einem Forum bewegst, darfst Du Dich nicht über die dort üblichen Abkürzungen ärgern.<br />
:--)<br />
cu<br />
Bitte, gern geschehen.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>"</p>
<p>Ich wusste schon immer, dass Dr. Jekyll der gescheitere Typ von euch beiden ist (ok, der war schlecht. Verklagt mich).</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Ein paar Worte von mir dazu: Es mag sein, dass man Israel nach diesem Austausch als moralischen SIeger sehen kann, weil sie es den Hinterbliebenen ermöglichen, ihre Söhne, Ehemänner, etc zu beerdigen. Ob der Preis dafür zu hoch ist, fragt ihr jetzt? Ich weiß es nicht.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kindermörder freigekämpft]]></title>
<link>http://olaf61.wordpress.com/?p=982</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 04:26:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>olaf61</dc:creator>
<guid>http://olaf61.wordpress.com/?p=982</guid>
<description><![CDATA[
Unser Aller Held, Hurra!
Ein grossartiger Sieg! Nach dem Diebstahl von Liechtensteiner Bankgeheimni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://imageshack.us"><img src="http://img234.imageshack.us/img234/9985/samirkantaruw3.jpg" border="0" alt="Image Hosted by ImageShack.us" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Unser Aller Held, Hurra!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ein grossartiger <a href="http://www.tagesschau.de/multimedia/video/video348708.html">Sieg</a>! Nach dem Diebstahl von Liechtensteiner Bankgeheimnissen kann nun der deutsche Bundesnachrichtendienst stolz darauf sein, einem  <a href="http://www.tah.de/afp/story.html?xF=afp/deutsch/journal/dos1/080716085025.msl48fxw.xml">Kindermörder</a> und seinen Spiessgesellen zum Triumph verholfen zu haben. Eine tolle Leistung, liebe Genossen, eine hervorragende Leistung, die nicht hinter den Erfolgen  der Hauptabteilung Aufklärung der Staatssicherheit der DDR zurücksteht. Ohne Euch hätte Israel niemals seine beiden Toten im Austausch gegen Mörder zurückerhalten, die  nun natürlich sofort, nachdem sie sich von den Strapazen der unmenschlichen Gefangenschaft erholt haben, ihren revolutionären Kampf dort wiederaufnehmen, wo sie ihn unterbrechen mussten. Israelische Zivilisten und weitere Kinder zu ermorden. Grossartige Leistung. Tatsächlich.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kotzwillenfressmöglichkeitsdisparität]]></title>
<link>http://fdog.wordpress.com/?p=3337</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 22:43:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>David Harnasch</dc:creator>
<guid>http://fdog.wordpress.com/?p=3337</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/cS6NyrexKlk'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/cS6NyrexKlk&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Asymmetrie]]></title>
<link>http://schadenmeldung.wordpress.com/?p=137</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 19:33:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>schadenmeldung</dc:creator>
<guid>http://schadenmeldung.wordpress.com/?p=137</guid>
<description><![CDATA[Treffend spricht Raimund Fastenbauer von der IKG in einer Presseaussendung von einer Asymmetrie der ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Treffend spricht Raimund Fastenbauer von der IKG in einer <a title="ots.at" href="http://www.ots.at/presseaussendung.php?mabo=1&#38;schluessel=OTS_20080716_OTS0238" target="_blank">Presseaussendung</a> von einer Asymmetrie der <img class="alignright size-medium wp-image-138" src="http://schadenmeldung.wordpress.com/files/2008/07/israe.gif?w=298" alt="" width="140" height="103" />Werte, wenn er die jeweiligen Reaktionen nach dem Gefangenenaustausch zwischen Israel und der Terrororganisation Hisbollah beschreibt.</p>
<p>Während man auf israelischer Seite entsetzt auf die als Leichen retournierten entführten Soldaten blickt und <a title="Two years later (..)" href="http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1215330987261&#38;pagename=JPost%2FJPArticle%2FShowFull" target="_blank">Trauer das Land ergreift</a>, werden die freigekommenen Terroristen und Kindermörder im Libanon <a title="Kuntar receives a hero's welcome" href="http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1215330979803&#38;pagename=JPost%2FJPArticle%2FShowFull" target="_blank">wie Helden empfangen</a>. Im Gazastreifen wurde sofort als Zeichen der <a title="Gazans celebrate (...)" href="http://www.iht.com/articles/ap/2008/07/16/africa/ME-Gaza-Prisoner-Swap.php" target="_blank">Freude über die ermordeten israelischen Soldaten</a> mit dem Verteilen von Süßigkeiten begonnen, die Israelis zünden währenddessen still Kerzen in Gedenken an die Ermordeten an. Wie es in Israel im übrigen nie Freudenfeiern gibt, wenn Palästinenser oder Araber getötet werden. Aber das ist eben die Asymmetrie der Werte.</p>
<p>Treffend formuliert auch Shlomo Goldwasser, Vater eines der ermordeten Soldaten:</p>
<p>"Es ist mir wichtig, dass das libanesische Volk begreift, was es geopfert hat und wofür. Es hat etwa 800 Mann verloren und seine gesamte Wirtschaft, und wofür? Für jemanden, der eine Vierjährige ermordet hat? Kann man so jemanden als Held bezeichnen?"*</p>
<p>Nein, kann man nicht. Wird er aber. Asymmetrie der Werte, wie gesagt.</p>
<p>Israel hingegen kann bei aller Trauer stolz auf sich sein, in so einer schwierigen Situation ethische Werte hochzuhalten, nicht der Rache gefrönt zu haben, wie etwa die Terroristen ebenso als Leichen an die Hisbollah zurückgegeben zu haben. Kol hakavod leIsrael!</p>
<p>*Quelle: Newsletter der Israelischen Botschaft Berlin vom 16.07.2008</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gefangenen-Austausch ... nicht ganz]]></title>
<link>http://heplev.wordpress.com/?p=408</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 19:09:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>heplev</dc:creator>
<guid>http://heplev.wordpress.com/?p=408</guid>
<description><![CDATA[Denn es wurden ja nicht Gefangene ausgetauscht, sondern fünf lebendige und ein Haufen toter Terrori]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Denn es wurden ja nicht Gefangene ausgetauscht, sondern fünf lebendige und ein Haufen toter Terroristen gegen zwei Leichen. Es ist immer wieder schwer zu begreifen, dass Israel sich zu solch einem Handel hergibt. Schwer zu begreifen, nicht unbegreiflich.</p>
<p class="MsoNormal">Allerdings dürfte damit jetzt sichergestellt sein, dass Gilad Shalit auch nicht lebendig zurückkommen wird. Die Hamas hat – einmal mehr – gelernt, dass sie keine lebenden Israelis braucht, um Israel zu erpressen. Dass Entführungen ein probates Mittel sind, um den jüdischen Staat erpressen zu können, wissen sie schon länger und haben schon lauthals verkündet, dass weitere folgen sollen.</p>
<p><img src="http://i115.photobucket.com/albums/n308/Herbert_64/Karikaturen/DB2008-07-16.gif" border="0" alt="" align="right" /></p>
<p class="MsoNormal">Jetzt haben sie die volle Bestätigung, dass sie alles unternehmen können, womit sie Israelis in die psychische Hölle stürzen und erpressen können. Dank der Stümper in Jerusalem, die nicht einmal darauf bestanden, dass sie nur Leichen gegen Leichen tauschen – und lebende Gefängnisinsassen gegen lebende Entführte. Mal abgesehen davon, dass die Nasrallah und seine Kumpane schon vor dem Austausch die Vereinbarungen brachen, weil die „Informationen“ über Ron Arad überhaupt nichts brachten.</p>
<p class="MsoNormal">Eigentlich – und hier neige ich dazu, meine sämtlichen Prinzipien und Grundsätze über Bord zu werfen – wäre es jetzt an der Zeit, dass die Jubelfeiern für Samir Kuntar im Libanon mit ein paar explosiven Grüßen zu versehen werden, zumal alle „Parteien“ des Libanon fröhlich mitfeiern. Das mit dem Knallen werden die Israelis nicht tun, dazu sind sie viel zu anständig. Aber unerfreulich wäre es nicht, wenn die frei gelassenen Terroristen ganz schnell so außer Gefecht gesetzt wären, dass sie ihre „Tätigkeiten“ nicht wieder aufnehmen können.</p>
<p class="MsoNormal">Was uns diese Episode zeigt, ist eigentlich vor allem eins: Die Hisbollah (und mit ihr die anderen Terroristen) haben keinerlei Ansätze menschlichen Verhaltens; sie verachten alles, was an normalem Umgang üblich sein sollte. Sie morden, erpressen und spielen übelste Spielchen.</p>
<p class="MsoNormal">Jeder, wirklich jeder, der noch weiter Versuche unternimmt, die Hisbollah in irgendeiner Weise zu rechtfertigen, verdient nur eines: dass man ihn über’s Knie legt und ihm den Hintern versohlt, dass er eine Woche nicht sitzen kann. Solchen Monster irgendetwas Positives zuzuschreiben, ist ähnlich unmenschlich wie das Verhalten dieser Barbaren.</p>
<p class="MsoNormal">Ich bewundere Menschen wie Lila von <em>Letters from Rungholt</em>, die bei dieser Thematik so <a title="Letters from Rungholt" href="http://rungholt.wordpress.com/2008/07/15/wackersteine/" target="_blank">„neutral“ aufzuschreiben</a> in der Lage sind, mit etwas geistiger Distanz, wie die Stimmung in Israel ist, wie die unterschiedlichen Probleme aussehen und in welcher Zwickmühle man dort steckt. Andererseits frage ich mich, ob es wirklich immer so richtig ist, sich diese Distanz aufzuerlegen. Ich weiß aber eins: Im Westen wird gezielt Schindluder getrieben, es wird gezielt die Umkehr von Opfer und Täter betrieben und die Unmenschen werden als gerechtfertigt dargestellt. Und darauf sollte Israel keine Rücksicht mehr nehmen. Denn es wird den gutmenschlichen Terror-Apologeten nie genug dafür tun, um in ihren Augen „richtig“ zu handeln. Versucht es weiter sich dem Westen anzubiedern, hat es keine Chance seine Sicherheit zu gewährleisten.</p>
<p class="MsoNormal">Im Fernsehen schwadronierte heute ein noch nicht einmal bei seinem Sender weltberühmter Korrespondent von Annäherungen zwischen Israel und der Hisbollah, sah einen Durchbruch in Sachen Frieden zwischen Syrien und Israel und damit die gute Chance, dass die Achse Iran-Syrien (und weiter zur Hisbollah) durchbrochen wird. Herzlichen Glückwunsch, Dumpfbacke, was müssen die Terroristen eigentlich noch machen, damit du sie als die bezeichnest, die sie sind und entsprechend einordnest?</p>
<p class="MsoNormal">Hier ein paar lesenswertere Beiträge zum Leichenaustausch:<br />
- <a title="Letters from Rungholt" href="http://rungholt.wordpress.com/2008/07/16/gluckwunsche/" target="_blank">Glückwünsche</a> (Letters from Rungholt)<br />
- <a title="Letters from Rungholt" href="http://rungholt.wordpress.com/2008/07/16/noch-kein-ende/" target="_blank">Noch kein Ende</a> (Letters from Rungholt)<br />
- <a title="Spirit of Entebbe" href="http://spiritofentebbe.wordpress.com/2008/07/16/ein-verheerender-deal/" target="_blank">Ein verheerender Deal</a> (Spirit of Entebbe)<br />
- <a title="Broder/Die Achse des Guten" href="http://www.achgut.com/dadgdx/index.php/dadgd/article/eine_mords_fete/" target="_blank">Eine Mords-Fete</a> (Gil Yaron als Gastautor auf der <em>Achse des Guten</em> – das ist m.E. die stärkste Überschrift für einen Kommentar in dieser Sache)<br />
- <a title="Tagesspiegel" href="http://www.tagesspiegel.de/meinung/kommentare/auf-den-punkt/Nahost;art15890,2573346" target="_blank">Zwei Leichen gegen fünf Verbrecher</a> (Malte Lehming)
</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;">Nachtrag:</span> Begriffsverwirrung in den 22-Uhr-Nachrichten von n-tv: Einmal werden die Terroristen zwar als Terroristen bezeichnet, aber dann werden sie als „Kämpfer“ eingestuft und die Leichen als „libanesische und palästinensische Soldaten“. Anders N24: „libanesische und palästinensische Kämpfer“ – über diese verharmlosende Bezeichnung kann man angesichts der n-tv-Formulierungen schon fast froh sein...</p>
<p class="MsoNormal">Die ARD-<em>tagesthemen</em> verzeichnen nur einen der Freigelassenen als Terroristen – die anderen vier sind offenbar ganz harmlose Normalbürger? Zumindest bringt der Bericht in vollem Umfang zum Ausdruck, welche grausame Unmenschen die Hamas-Leute sind.</p>
<p><img class="alignleft" style="border:0 none;" src="http://rungholt.files.wordpress.com/2008/07/isska-kuntar.jpg?w=300&#38;h=200" border="0" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p class="MsoNormal">Und sollte sich irgendjemand im Unklaren sein, wes Geistes Kind da heute in den Libanon frei gelassen wurde, hier ein Bild des Mörders bei seinem Empfang:</p>
<p class="MsoNormal">Dazu muss man nichts mehr sagen. Vielleicht die kleine Anmerkung von <a title="Die Achse des Guten" href="http://www.achgut.com/dadgdx/index.php/dadgd/article/internationale_spitzenkraefte/" target="_blank">David Harnasch auf der <em>Achse des Guten</em></a>. Aber das reicht dann auch.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My blog]]></title>
<link>http://billmanello.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 09:03:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>billmanello</dc:creator>
<guid>http://billmanello.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Hello. My name is Bill and I&#8217;ve just signed up for this blog as a place for me to keep notes o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hello. My name is Bill and I've just signed up for this blog as a place for me to keep notes of things and post links to various news and informational sites  that interest me.  I've been meaning to start a journal for quite some time, but since I've never gotten around to it I hope that this will provide the motivation I need for properly documenting my view of the world.</p>
<p>To start it off I'd like to bring attention to the swap of soldiers currently underway in the middle east. Things seem far from good between the countries, but I think that this marks a step towards a brighter future in that area. A link to the full article here:</p>
<p><a class="aligncenter" title="BBC.CO.UK" href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/7508715.stm" target="_self">http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/7508715.stm</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Musik Ruhani Para Pejuang Hizbullah]]></title>
<link>http://ressay.wordpress.com/?p=858</link>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 12:33:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>ressay</dc:creator>
<guid>http://ressay.wordpress.com/?p=858</guid>
<description><![CDATA[Baru saja aku download lagu ruhani pejuang Hizbullah Libanon. Musik yang mengantarkan seorang pasuka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Baru saja aku download lagu ruhani pejuang Hizbullah Libanon. Musik yang mengantarkan seorang pasukan yang berpamit pada ibunya untuk berangkat ke medan tempur dan mengharap kesyahidan di jalan Allah swt. Merinding aku dibuatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut Lirik Lagu dan Tempat Anda download lagu tersebut:<!--more--></p>
<p>Wadâ’an ya ummi lan tarayni ba’da hâdzal yawm<br />
Ana syahîdun ya ummi lan tarayni ba’da hâdzal yawm<br />
Ummi innahâ tharîqul ‘ibadah fi sabîlillah mâ ahlasy syahâdah<br />
Fala tathrufi ‘alayya dam’atan<br />
La wala talbasis sawâda<br />
Ana syahîdun ya ummi lan tarayni ba’da hâdzal yawm</p>
<p>Selamat tinggal ya ummi, duhai ibuku<br />
Engkau tak akan melihatku lagi sesudah hari ini<br />
Aku akan syahid<br />
Engkau tak akan melihatku lagi sesudah hari ini<br />
Duhai ibuku, kesyahidan adalah jalan ibadah<br />
bagi para pengharap kesyahidan di jalan Allah<br />
Jangan tangisi aku, jangan kau berduka<br />
Aku akan syahid<br />
Engkau tak akan melihatku lagi sesudah hari ini</p>
<p>-------------</p>
<p>Download lagunya <a href="http://syamsuri149.multiply.com/music/item/35/Selamat_tinggal_duhai_ibuku_wadaan_ya_ummi" target="_blank">disini</a></p>
<p>Petunjuk downloadnya <a href="http://ressay.wordpress.com/2008/07/10/cara-jitu-download-mp3-di-multiply/" target="_blank">disini</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Wir muessen Hisbollah jetzt entwaffnen."]]></title>
<link>http://beer7.wordpress.com/?p=929</link>
<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 08:59:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>beer7</dc:creator>
<guid>http://beer7.wordpress.com/?p=929</guid>
<description><![CDATA[sagt unsere Aussenministerin Zippi Livni.
&#8220;Hizbullah must be disarmed,&#8221; she said. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1215330901601&#38;pagename=JPost%2FJPArticle%2FShowFull">sagt unsere Aussenministerin Zippi Livni</a>.</p>
<blockquote><p>"Hizbullah must be disarmed," she said. "We now have an opportunity to disarm Hizbullah, and we must not lose it...if we do not do it now, it will be much more difficult later on."</p></blockquote>
<p>Warum Hisbollah entwaffnet werden sollte, ist klar: Im Fall eines Krieges gegen den Iran, kann und wird Hisbollah eine direkte Front im israelischen Norden eroeffnen (genau wie Hamas im Sueden). Mindestens ein Drittel der israelischen Bevoelkerung und viele strategische Anlagen befinden sich in Reichweite von Hisbollahraketen.</p>
<p>Nur: Der Zeitpunkt zur Entwaffnung waere im Laufe des Krieges vom Sommer 2006 gewesen und nicht jetzt, wo sich die Hisbollah ein Vetorecht in der libanesischen Regierung erworben hat. Stattdessen wurde eine <a href="http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1215330903869&#38;pagename=JPost%2FJPArticle%2FShowFull">UNIFIL-Truppe im Suedlibanon</a> installiert, die <a href="http://beer7.wordpress.com/2008/01/10/quod-erat-demonstrandum-unifil-und-hisbollah/">weitgehend mit Hisbollah kooperiert</a>.</p>
<p>Und wer war damals die <a href="http://www.mfa.gov.il/MFA/Government/Speeches+by+Israeli+leaders/2006/Briefing+by+FM+Livni+following+Israel+acceptance+of+UNSC+Resolution+1701+13-Aug-2006.htm">treibende israelische Kraft</a> hinter <a href="http://www.un.org/News/Press/docs/2006/sc8808.doc.htm">UN Resolution 1701</a>?<br />
<img src='http://bp2.blogger.com/_n7RltmTdk-g/SHRBYYQv1wI/AAAAAAAAEFg/rQpcxMVqkZA/s1600/Livni%2Band%2BItalian%2BFM%2BFranco%2BFrattini.jpg' alt='' class='alignnone' /></p>
<blockquote><p><strong>Vice Prime Minister and Minister of Foreign Affairs Tzipi Livni:</strong></p>
<p> My thanks to the Cabinet Secretary.</p>
<p>I will relate to the resolution itself and also give a brief summary of what preceded it and why, in my opinion, as I also said today in the cabinet, the Security Council resolution is good for Israel and, if implemented, will lead to a substantive change in the rules of the game in Lebanon, in the relationship between Israel and Lebanon.</p>
<p>I am not naive. I do not live only within my own people. I also live in the Middle East and I am aware of the fact that not every resolution is implemented. I am aware of the difficulties, and despite all this I say with complete confidence that the Security Council resolution is good for Israel. With regard to implementation of the resolution, a great deal depends on the Prime Minister of Lebanon, Fouad Siniora, and no less on the international community. Their determination to genuinely and fully implement its resolutions, can lead to this regional change that we all await, and will prevent this resolution from staying on the shelf as happened, unfortunately, with previous resolutions on the Lebanese issue, such as parts of Resolution 1559, and Resolution 1680. </p>
<p>(...)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aldri gløym Qana!]]></title>
<link>http://magnesblogg.wordpress.com/?p=34</link>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 23:55:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Magne</dc:creator>
<guid>http://magnesblogg.wordpress.com/?p=34</guid>
<description><![CDATA[Til minne for martyrane
Brått var eg heime igjen i Noreg. Sidan det er mange som er skuffa over den]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="" align="alignnone" width="566" caption="Til minne for martyrane"]<a href="http://magnesblogg.wordpress.com/files/2008/07/img_6069s.jpg"><img src="http://magnesblogg.wordpress.com/files/2008/07/img_6069s.jpg" alt="Til minne for martyrane" width="566" height="377" /></a>[/caption]
<p>Brått var eg heime igjen i Noreg. Sidan det er mange som er skuffa over den låge aktiviteten på denne bloggen  i løpet av reisa bloggar eg om turen i ettertid. Her om turen vi hadde innom Qana.</p>
<p>Onsdag 18.juni reiste vi lenger sørover i Libanon til den vesle landsbyen Qana, som ligg rett nord for grensa til den sionistiske okkupasjonsstaten, med andre ord i eit svært utsett område. Qana er kjend for tre ting: ei hole der Jesus skal ha gøymd seg i, ein israelsk massakre i 1996 og ein israelsk massakre i krigen i 2006.</p>
<p><!--more-->På biletet nedanfor ser du eit av Hizbollahs mange praktfulle plakatar i landsbyen. Personane på biletet er den tidligare militære leiaren Hajj Radwan som vart likvidert av Mossad i februar i år og leiaren Hassan Nasrallah.</p>
[caption id="" align="alignleft" width="300" caption="Hajj and Hassan"]<a href="http://magnesblogg.files.wordpress.com/2008/07/img_5985.jpg"><img src="http://magnesblogg.files.wordpress.com/2008/07/img_5985.jpg" alt="" width="300" /></a>[/caption]
<p>Det er stor usemje om det var i Qana at Jesus gjorde vatn om til vin eller om det faktisk hende nokre mil lenger sør i landsbyen Kufr Kana. Uansett var det her Jesus søkte tilflukt i ei lita grotte.</p>
<p>For to år sidan, 30.juli 2006, vart 27 libanesarar massakrert her medan dei sov i sine senger. Eit israelsk jagarfly hadde bomba ei bustadblokk.</p>
[caption id="" align="alignright" width="300" caption="Bilete tatt like etter angrepet i 2006"]<a href="http://magnesblogg.files.wordpress.com/2008/07/img_6062.jpg"><img src="http://magnesblogg.files.wordpress.com/2008/07/img_6062.jpg" alt="" width="300" /></a>[/caption]
<p>Ti år tidligare vart basen til ein FN-styrke i Qana angrepe av israelske jagarfly, som tok livet av 106 libanesarar, dei fleste flyktningar. Det var folk som søkte tilflukt i eit av FNs tilfluktsrom, der de trudde dei kunne vere trygge.</p>
[caption id="" align="alignleft" width="300" caption="Restane etter tilfluktsrommet til FN etter bombinga i 1996"]<a href="http://magnesblogg.wordpress.com/files/2008/07/img_5999.jpg"><img src="http://magnesblogg.wordpress.com/files/2008/07/img_5999.jpg" alt="Restane etter tilfluktsrommet til FN etter bombinga i 1996" width="300" /></a>[/caption]
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Avgrundens blick]]></title>
<link>http://babord.wordpress.com/?p=47</link>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 20:07:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>andread0ria</dc:creator>
<guid>http://babord.wordpress.com/?p=47</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Om du ser ner i avgrunden länge nog, ser avgrunden ner i dig.&#8221;
Så sade mannen med uni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>"Om du ser ner i avgrunden länge nog, ser avgrunden ner i dig."</p></blockquote>
<p>Så sade mannen med universums coolaste mustasch, Friedrich Nietzsche.</p>
<p>Jag kommer osökt att tänka på citatet i dag, när bloggportalen <a href="http://avgrunden.org/" target="_blank">Avgrunden</a> <a href="http://avgrunden.org/author/andrea-doria/" target="_blank">börjat bevaka</a> det stolta fartyget Andrea Doria.</p>
<p>Kolla in och läs ett antal utmärkta politiska bloggar samlade under samma tak.</p>
<p>Börja med <a href="http://avgrunden.org/2008/07/03/rapporteringar-fran-libanon/" target="_blank">reserapporten från Libanon</a>.</p>
<p>Andra om <a rel="tag" href="http://bloggar.se/om/Avgrunden">Avgrunden</a>, <a rel="tag" href="http://bloggar.se/om/Nietzsche">Nietzsche</a>, <a rel="tag" href="http://bloggar.se/om/politiska+bloggar">politiska bloggar</a>, <a rel="tag" href="http://bloggar.se/om/Libanon">Libanon</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Skenario Perang israel : takut karena ulah sendiri]]></title>
<link>http://dzulfikar.wordpress.com/?p=775</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 14:15:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>dzulfikar</dc:creator>
<guid>http://dzulfikar.wordpress.com/?p=775</guid>
<description><![CDATA[By  :  dzulfikar

Harian Israel &#8220;Haaretz&#8221; melaporkan dalam websitenya hari kamis bahwa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>By  :  <em><strong>dzulfikar</strong></em></p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.almanar.com.lb/NewsSite/PicturesFolder/hezb%20rockets_top.jpg" alt="" /></p>
<p>Harian Israel "Haaretz" melaporkan dalam websitenya hari kamis bahwa para komandan angkatan udara Israel dari tahun 1996 - 2000 mendiskusikan  beberapa jenis skenario perang masa depan.</p>
<p>Berapa banyak misil yang akan ditembakkan dari Iran, Suriah, dan Libanon ke wilayah Israel dalam perang masa depan ? pertanyaan ini, dan juga skenario perang, adalah pokok pembicaraan awal minggu ini oleh mayor Jenderal Israel, EitaN bEN eLIAHU.<br />
<!--more--><br />
dia mensurvey perubahan-perubahan dalam doktrin keamanan nasional Israel ditengah-tengah perubahan cara berperang, teknologi dan ancaman oleh negara-negara anti Israel.</p>
<p>Eitan Ben Eliahu memulai pembicaraannya dengan mendefinisikan doktrin keamanan nasional dan perubahan-perubahan yang telah dilakukan/dialami.  Semenjak diformulasikan di awal tahun 1950-an, konsep militer israel adalah sebagai berikut :</p>
<p>- mengambil inisiatif perang ( serangan pencegahan). Tetapi, jika ini tidakmungkin maka :</p>
<p>- melakukan serangan pendahuluan (preemptive srike) untuk menghancurkan mesin perang musuh.  tetapi jika perang pecah,  tentara pendudukan Israel harus melakukan operasi militer yang harus mendudukkan Israel unggul dalam penguasaan udara.</p>
<p>- memasuki daerah musuh untuk menuju garis batas dan mengalahkan musuh.</p>
<p>doktrin ini menjelaskan sebuah skenario dimana Israel telah melakukannya dalam perang di 2 atau 3 front (Mesir, suriah, dan Yordania)</p>
<p><strong>Dua pelajaran besar</strong></p>
<p>menurut doktrin keamanan israel, Proses mengalahkan musuh didasarkan pada sistem senjata yang memungkinkan kejutan, pergerakan dan inisiatif di darat.  Di udara, hal tersebut didasarkan pada senjata yang memungkinkan untuk menyerang dan menghancurkan lapangan udara dan memenangkan pertempuran udara, dan pada pengembangan persenjataan yang tepat yang dapat menghancurkan misil darat ke udara.</p>
<p>tetapi dari akhir tahun 1980-an, dan khususnya setelah perang teluk 1991, dimana Irak meluncurkan 40 rudal scud, israel menghadapi beberapa tantangan baru :</p>
<p>- Penyerangan terhadap wilayah israel langsung</p>
<p>- waktu peringatan yang pendek (saat mulai perang dan adanya pertempuran)</p>
<p>- sebuah perang yang panjang</p>
<p>- senjata-senjata non-konvensional (kimia dan nuklir)</p>
<p>beberapa dari ancaman-ancaman ini menjadi lebih serius selama perang Libanon ke-2 dan di jalur Gaza.  sebagai hasilnya, Israel dipaksa untuk meningkatkan anggaran keamanan negaranya dari $ 35 milyar  menjadi $ 50 milyar,  dan memperbaharui doktrin pertahanan nasinalnya bagi persiapan skenario perang melawan Iran, Suriah, Libanon , dan teror.</p>
<p>Untuk menilai intensitas skenario-skenario ini, Ben Eliahu menghadirkan figur-figur dari perang Libanon ke-2.  Persediaan Misil Hizbullah lebih kurang 14.000 misil.  Kira-kira 4200 misil telah diluncurkan, termasuk 200 misil jarak menengah.  IAF (tentara ISrael) telah melakukan serangan sebanyak 11.870  kali selama perang 34 hari tersebut (rata-rata sehari = 340 penyerangan).</p>
<p>Dalam estimasinya, Israel harus mempersiapkan perang masa depan dalam kondisi kondisi berikut :</p>
<p>- satu hingga tiga front</p>
<p>- menghancurkan musuh di medan perang</p>
<p>- melibatkan front palestina</p>
<p>- membalas / menghukum dengan senjata misil jarak jauh (terhadap Iran)</p>
<p><strong>Apa tujuan Israel dalam perang masa depan ?</strong></p>
<p>dengan didasarkan pada hasil perang teluk, Ben eliahu memperkirakan bahwa dalam perang masa depan, Suriah dan Iran kemungkinan akan meluncurkan antara 250-300 misil jarak jauh ke wilayah Israel (Misil Shihab dan Scud) dan 5000 misil jarak pendek (khususnya dari Libanon).</p>
<p>Untuk menahan sebuah misil jarak jauh, kira-kira dibutuhkan dua misil intercepting dan antara 500 hingga 700 misil secara keseluruhan.  lagi pula, israel harus memiliki 200 misil intercepting sebagai cadangan.  Untuk menghancurkan misil jarak pendek, israel memerlukan  kekuatan perang di darat.</p>
<p>Israel harus menyiapkan perang yang berlanjut hingga 20 hari.  melawan Suriah, Israel harus unggul di udara dan memulai serangan darat untuk tujuan-tujuan strategis, menyerang misil dan tempat peluncurannya, dan menyerang target-target strategis.</p>
<p>Berhadapan dengan Libanon, Israel telah memiliki keunggulan Udara, dan karena itu harus fokus pada penyerang udara melawan misil jarak menengah dan melakukan serangan darat  melawan misil jarak pendek.</p>
<p>Di wilayah gaza, ancaman roket al-Qassam dan senjata mortar, menurut analisis ini, "terbatas, melelahkan dan tidak langsung," dan respon harus meliputi pemberian perlindungna bagi rakyat sipil, pengembangan sistem peringatan dan alarm yang efisien-yang dapat mengidentifikasi misil yang diluncurkan- dan melakukan perang darat ofensif terhadap gerilyawan Palestina. Lebih dari semua itu,Israel harus  memberikan prioritas yang tinggi bagi metode pencegahan ancaman serangan senjata kimia dan nuklir. (http://www.almanar.com.lb)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mufti Qabbani : pembebasan tahanan, kemenangan Libanon]]></title>
<link>http://dzulfikar.wordpress.com/?p=765</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 13:29:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>dzulfikar</dc:creator>
<guid>http://dzulfikar.wordpress.com/?p=765</guid>
<description><![CDATA[By  :  dzulfikar
 Sheikh Mohammad Rashid Qabbani

Mufti Libanon, Sheikh Muhammad Rashid Qabbani meng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>By  :  <em><strong>dzulfikar</strong></em></p>
<p><img style="margin-left:5px;border-style:solid;border-width:1px;" src="http://www.presstv.com/photo/20080703/shirsoleiman20080703093534765.JPG" alt="" width="104" height="69" /> <span style="color:gray;">Sheikh Mohammad Rashid Qabbani</span></p>
<div style="padding-left:10px;padding-bottom:5px;">
<p>Mufti Libanon, Sheikh Muhammad Rashid Qabbani mengatakan, pembebasan tahanan-tahanan Libanondari penjara-penjara Israel merupakan kemenangan nasional Libanon.</p>
<p>Pertukaran tawanan adalah kemenangan bagi Libanon dan kelompok perlawana setelah kegagalan israel dalam mencapai target perang dalam perang juli 2006 di Libanon," kata Mufti tersebut dalam sebuah statemennya.<br />
<!--more--><br />
dia mengekspresikan harapan dalam prestasi yang lebih besar " kemenangan melalui pembebasan tanah pertanian Shebaa dan persatuan seluruh bangsa Libanon dalam menghadapi ancaman."</p>
<p>hari rabu, dalam sebuah  konferensi pers, sekjend Hizbullah, sayyid Hassan nasrallah, secara resmi telah menegaskan bahwa Pihak perlawanan akan menukar  dua prajurit Israel dengan lima tahanan Libanon yang ditahan oleh Israel. (http://www.presstv.com)</p></div>
<p><span style="color:gray;"> </span></p>
<table style="height:3px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="8" align="right">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Israel: Zeit für Tauben]]></title>
<link>http://islamicrevolutionservice.wordpress.com/?p=1144</link>
<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 15:38:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>islamicrevolutionservice</dc:creator>
<guid>http://islamicrevolutionservice.wordpress.com/?p=1144</guid>
<description><![CDATA[Israel verhandelt an drei Fronten
Die Welt staunt: Israels Premier lässt mit Syrien und dem Libanon]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Israel verhandelt an drei Fronten</strong></p>
<p>Die Welt staunt: Israels Premier lässt mit Syrien und dem Libanon verhandeln, er billigt sogar eine dank ägyptischer Hilfe ausgehandelte Waffenruhe mit der Hamas. Jeder Außenstehende, der noch vor 14 Tagen Derartiges gefordert hätte, wäre der Unterstützung des Terrorismus oder schlimmstenfalls des Antisemitismus bezichtigt worden.</p>
<p>Israelische Führer können offenbar nur als unnachgiebige Falken an die Macht kommen, wollen aber als Tauben abtreten. So war es schon bei den im Sechs-Tage-Krieg von 1967 reüssierenden Supermilitärs Moshe Dayan und Yitzhak Rabin. Als sie in die Politik gingen, behandelten sie Gaza-Streifen und Westbank nicht als dauerhafte Eroberung, sondern als Tauschgut für einen dauerhaften Frieden mit den Muslimen. Wer Mitte der neunziger Jahre die Region bereiste, konnte sehen, dass die unter Rabin ausgehandelten Osloer Verträge - ungeachtet ihrer Mängel - eine für beide Seiten hoffnungsvolle Zeit der Koexistenz eingeleitet hatten. Nie vergesse ich den ärmlichen, aber von großer Zuversicht erfüllten Club in Ramallah, in dem aus westlichen Ländern heimgekehrte palästinensische Intellektuelle verkehrten, die mit UN-Geldern Projekte der Kultur, Archäologie und Wassererschließung aufbauen wollten. Ob solche Leute noch einmal bereit sind, zurück zu kommen?</p>
<p>Rabin bezahlte seinen Kurs 1995 mit dem Leben, sein Tod offenbarte die tiefe Spaltung der israelischen Gesellschaft, seither wurden die Friedenskräfte zusehends schwächer. Benjamin Netanjahu und Ariel Sharon schickten immer mehr Siedler in die Westbank und ersetzten palästinensische Arbeitskräfte in Israel durch Einwanderer aus dem ehemaligen Ostblock - die Utopie einer wirtschaftlichen Verflechtung rückte in weite Ferne. Durch systematische Provokation der Regierung Arafat und die Errichtung einer Mauer verschrieb sich Sharon einem Diktatfrieden, der Israel die Filetstücke im Westjordanland inklusive der Wasserressourcen sichern sollte. Doch erwies sich auch dieser Politiker als wandlungsfähig: Er räumte den Südlibanon und beorderte Siedler und Armee aus dem Gaza-Streifen zurück. Ein Schritt, der sich bald als diabolisches Manöver entpuppte, um den israelische Staat aus der Verantwortung für die Menschen in einem lange besetzten Gebiet zu lösen, zu der er völkerrechtlich verpflichtet war. Ehe die Palästinenser in Gaza bescheidene Früchte ihrer Souveränität - etwa die internationale Anerkennung freier Wahlen - ernten konnten, wurde Sharon durch Krankheit an weiterem Regieren gehindert. Offenkundig ermuntert durch die USA setzte Nachfolger Olmert wieder auf totale Konfrontation. Mit und ohne Anlass bombardierte er den Gaza-Streifen, brach mit seinen Panzern dort ein und ließ “Extremisten” gezielt töten, darunter den im Rollstuhl lebenden religiösen Führer Scheich Yasin. Olmerts erneuter Einmarsch im Libanon, der Israels Sicherheitsinteressen diametral entgegenstand, markierte im Sommer 2006 den Tiefpunkt einer wie auch immer verstandenen nationalen Politik. Der wahnwitzige Feldzug war nur zu verstehen, sah man die Operation als Ausdruck einer Strategie der USA, denen es darum ging, Syrien und Iran zu treffen.</p>
<p>Die jetzige vorsichtige Wendung darf sich nicht zuletzt Condoleezza Rice zugute halten, die bemüht ist, ihrem Präsidenten ganz zum Schluss ein paar Taubenfedern wachsen zu lassen. Zweifel an Olmerts plötzlichem Verhandlungsdrang sind angebracht - mit Diplomatie lässt sich auch das Terrain bereiten, um einen blitzschnellen Schlag gegen den Iran vorzubereiten.</p>
<p>Überdies liegt der Verdacht nahe, dass Israels Premier nur deshalb zur Taube wird, weil Korruptionsvorwürfe einen baldigen Rücktritt nahe legen, so dass es sich anbietet, kurz vor dem Abgang dem Friedensbedürfnis vieler Israelis entgegen zu kommen. Das löst in Jerusalem das alte Spiel aus: Minister Ramon nennt die faktische Anerkennung der Hamas als Verhandlungspartner einen “Sieg für den radikalen Islam”. Zugleich spielt die friedensfeindliche Front den Korruptionsverdacht gegen Olmert hoch, um ihn möglichst schnell gegen einen Falken austauschen zu können.</p>
<p>In Gaza und den palästinensischen Flüchtlingscamps ist eine neue Generation herangewachsen, deren Erfahrungen und Zukunftsaussichten düsterer sind als alles, was frühere Generationen nach der Vertreibung von 1948 erlebt haben. Unter der Besatzung haben sich die Palästinenser von einer der gebildetsten Nationen der arabischen Welt zu einer Gemeinschaft entwickelt, in der Fatalismus und Obskurantismus eine gefährliche Mischung eingehen und der Ruf nach dem Märtyrer nicht verstummt. Hochtechnisierte Gewalt kann dem nichts anhaben, im Gegenteil. Frieden erhält nur durch Frieden eine Chance, durch ein geduldiges Friedensangebot, bei dem Rückschläge nicht entmutigen.</p>
<p> </p>
<p class="quelle">Quelle: <a class="offsite" title="Freitag 11 - " href="http://www.freitag.de/" target="_blank"><strong><span style="color:#36489d;">FREITAG. Die Ost-West-Wochenzeitung </span></strong></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lite Barcelona - 1,2,1,2,1,2 och lite mer 2]]></title>
<link>http://toaletterjagbesokt.wordpress.com/?p=90</link>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 07:45:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>magnificus</dc:creator>
<guid>http://toaletterjagbesokt.wordpress.com/?p=90</guid>
<description><![CDATA[Var en sväng i Barcelona och hälsade på. Det finns en himla massa intressanta inrättningar i sta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Var en sväng i Barcelona och hälsade på. Det finns en himla massa intressanta inrättningar i staden, men av någon anledning koncentrerade jag mig på att besöka medelmåttiga eller helt enkelt bara punkiga fultoaletter. Jag undrar om det är alla jobbiga jävla lösdrivare eller de klagande och misstänksamma katalanerna som gömde alla fina vattenklosetter för mig. Och några jävla tapas åt jag inte heller. Undrar förresten om inte spansk mat (den katalonska inräknat) är den mest överskattade som finns. Pommes frites och kött. mmmm. Men misstro mig inte. Jag älskar staden.<br />
<a href="http://toaletterjagbesokt.files.wordpress.com/2008/06/dsc00501.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-91" src="http://toaletterjagbesokt.wordpress.com/files/2008/06/dsc00501.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><br />
<a href="http://toaletterjagbesokt.files.wordpress.com/2008/06/dsc00502.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-92" src="http://toaletterjagbesokt.wordpress.com/files/2008/06/dsc00502.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><br />
Arlanda</p>
<p><a href="http://toaletterjagbesokt.files.wordpress.com/2008/06/dsc00503.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-93" src="http://toaletterjagbesokt.wordpress.com/files/2008/06/dsc00503.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><br />
<a href="http://toaletterjagbesokt.files.wordpress.com/2008/06/dsc00504.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-94" src="http://toaletterjagbesokt.wordpress.com/files/2008/06/dsc00504.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><br />
Barcelona flygplats</p>
<p><a href="http://toaletterjagbesokt.files.wordpress.com/2008/06/dsc005061.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-96" src="http://toaletterjagbesokt.wordpress.com/files/2008/06/dsc005061.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><br />
Parq Guell</p>
<p><a href="http://toaletterjagbesokt.files.wordpress.com/2008/06/dsc00507.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-97" src="http://toaletterjagbesokt.wordpress.com/files/2008/06/dsc00507.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><br />
<a href="http://toaletterjagbesokt.files.wordpress.com/2008/06/dsc00508.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-98" src="http://toaletterjagbesokt.wordpress.com/files/2008/06/dsc00508.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><br />
Libanesiskt i Gracia. De har bilder på alla rätter. Fantastiskt!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Vrij Sociaal Nationaal Religieus]]></title>
<link>http://yvespernet.wordpress.com/?p=215</link>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 16:42:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>yvespernet</dc:creator>
<guid>http://yvespernet.wordpress.com/?p=215</guid>
<description><![CDATA[Reeds een hele tijd interesseer ik mij in de factoren achter de islamitisch-geïnspireerde groeperin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://yvespernet.files.wordpress.com/2008/06/globalrebellion.jpg" alt="" width="147" height="220" />Reeds een hele tijd interesseer ik mij in de factoren achter de islamitisch-geïnspireerde groeperingen in het Midden-Oosten. Voor velen lijkt het alsof de Hamas, de Hezbollah, e.d. uit het niets zijn opgekomen, uit het niets de macht hebben gegrepen en uniek zijn in de wereld. Diezelfde mensen voor wie het zo lijkt, weten vaak ook niet dat de vorige regering van Indië door Hindoe-nationalisten (de BJP) werd geregeerd en dat, zoals bijna altijd, er socio-economische factoren aan de basis liggen van de opkomst van een Hezbollah, een Hamas. In Amerika heb je dan weer de enorm sterke lobby van de "Christian Right" waarbij de topfiguren vaak ronduit fundamentalistische protestante predikers zijn wiens preken perfect vergelijkbaar zijn met die van fundamentalistische imams.</p>
<p style="text-align:justify;">Ook bouwen deze groeperingen een sterk sociaal netwerk uit, bouwen zij ziekenhuizen en scholen en zo heeft de Hezbollah zelf groepen die zich bezighouden met vrouwenemancipatie. Iets wat voor sommigen niet te begrijpen valt. Het boek "Global rebellion: religious challenges to the secular state, from Christian militias to Al Qaeda" geeft een zéér goed inzicht in de opkomst en het karakter van deze bewegingen. Ook worden dingen vermeld die niet direct geweten zijn. De link tussen moslimfundamentalisten en de democratische beweging in de moslimlanden bv:</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>The rhetoric of many religious nationalists suggests that they place a high value on democracy. Even those activists most opposed to the secular state affirm the polical importance of the democratic spirit. Sheik Yassin, for instance, told me that "Islam believes in democracy."[..] A member of the Muslim Brotherhood in Egypt told me that "democracy was the only way for an Islamic state" [...] An international survey conducted by the Pew Foundation in 2006 revealed a suprising correlation between support for Muslim politics and a belief in democracy. In Jordan, Pakistan, and Palestine, even those respondents who approved of Osama bin Laden affirmed that their country could and should have a democratic future </em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>JUERGENSMEYER, M., Global rebellion: religious challenges to the secular state, from Christian militias to Al Qaeda, Londen, University of California Press, 2008, pp. 225-226</em></p>
<p style="text-align:justify;">Op vele vlakken spelen de moslimfundamentalisten de rol die de liberalen in 1848 en de socialisten later hebben gespeeld als democratiserende en emanciperende beweging. Religieuze en sociale/socialistische bewegingen gaan ook vaak in hand in hand. Christelijke landen zijn hier geen uitzondering op. Zo werden de Sandinisten gesteund door diepreligieuze mensen die hen steunden vanuit religieuze motieven. Net als in de moslimwereld vormt de religie in landen in Zuid-Amerika vaak ook een identiteitsbepalende factor. Zoals zo vaak het geval is in gebieden waar mensen nog diepreligieus zijn.</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>Although Ortega and his Sandinista party were portrayed in the American press as marxist and were excoriated by Nicaragua's archbishop, Miguel Obando y Bravo, as hostile to the Catholic hierarchy, the revolution was to a remarkable degree a religious movement. It was conducted not only with a religious zeal but also with specifically Christian imagery. Moreover, it appealed to a large number of socially concerned clergy and other devourt Christians, who oftend regarded their participation in the revolution as a religious act. [...] One of the leaders of the Sandinista movement declared that she was in the revolution because of her Christian faith, explaining that it helped her to "live the gospel better". Carlos Tuennerman, minister of education in the Ortega cabinet, also joined the revolution as the result of a "Christian decision". Ortega himself claimed to have embraced Christianity years after his party had been voted out of office, and his renewed ties to the church were credited as one of the reasons for his return to power in 2006.</em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>JUERGENSMEYER, M., Global rebellion: religious challenges to the secular state, from Christian militias to Al Qaeda, Londen, University of California Press, 2008, p. 166</em></p>
<p style="text-align:justify;">Verder wordt ook nog uitgelegd hoe de Hezbollah een nationalistische beweging is, die zijn hand uitsteekt naar de Libanese Christenen en zelfs samenwerkingsakkoorden heeft gesloten. Hoe de Islamitische Revolutie in Iran een sociale en democratische revolutie was en hoe de Moslimbroeders een breed draagvlak hebben door hun eisen naar democratische en socio-economische hervormingen. Ook de rol van de Hindoe-nationalisten en de militante Christelijke bewegingen wordt uitgebreid besproken. En uiteraard wordt ook de opkomst van Al Qaeda besproken.</p>
<p style="text-align:justify;">Samengevat; een zéér interessant boek en een verplichting voor iedereen die een dieper inzicht wens te krijgen in het ontstaan, de groei en het wezen van de religieuze bewegingen over de ganse wereld.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Leseempfehlungen]]></title>
<link>http://backsp.wordpress.com/?p=554</link>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 13:31:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bernd Dahlenburg</dc:creator>
<guid>http://backsp.wordpress.com/?p=554</guid>
<description><![CDATA[honestreporting Media Backspin, 19. Juni 2008
Israelisch-libanesischer Frieden? Das größte Hindern]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://backspin.typepad.com/backspin/2008/06/june-19-links.html"><span lang="EN-GB">honestreporting Media Backspin, 19. Juni 2008</span></a></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.commentarymagazine.com/blogs/index.php/trager/12211" target="_blank">Israelisch-libanesischer Frieden?</a> Das größte Hindernis für jegliche Verhandlungen zwischen Israel und dem Libanon sind nicht die Hisbollah oder die Sheeba Farmen, sondern das Schicksal der 400.000 palästinensischen Flüchtlinge. (Via <a href="http://daledamos.blogspot.com/2008/06/israels-peace-overture-to-lebanon-could.html" target="_blank">Daled Amos</a>)</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1213794271726&#38;pagename=JPost%2FJPArticle%2FShowFull" target="_blank">Bisherige Waffenruhen zeichnen ein düsteres Bild</a>. Ein Blick auf <span> </span>Aufstieg und Fall zweier „Ruhe“-Perioden.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.thejewishweek.com/viewArticle/c52_a12477/Editorial__Opinion/Gary_Rosenblatt.html" target="_blank">Sderot - eine Liebesgeschichte</a>. Filmemacher aus LA, der die Musikszene von Sderot dokumentiert, zu Liebe und Raketen.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.foreignaffairs.org/20080701faessay87402/walter-russell-mead/the-new-israel-and-the-old.html?mode=print" target="_blank">Warum nichtjüdische Amerikaner den jüdischen Staat unterstützen</a>. Die amerikanische Unterstützung „repräsentiert die Macht der öffentlichen Meinung, die Außenpolitik angesichts der Bedenken durch außenpolitische Fachleute gestalten zu lassen“. <span lang="EN-GB">(Via </span><a href="http://elderofziyon.blogspot.com/2008/06/why-americans-support-israel.html" target="_blank"><span lang="EN-GB">Elder of Ziyon</span></a><span lang="EN-GB">)</span></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.ads4israel.com/" target="_blank"><span lang="EN-GB">Ads4Israel</span></a><span lang="EN-GB">. Coole neue Webseite. (Via <a href="http://www.solomonia.com/blog/archive/2008/06/ads4israel/" target="_blank">Solomonia</a>)</span></p>
<p class="MsoNormal"><a title="ShareThis via email, AIM, social bookmarking and networking sites, etc." href="http://backspin.typepad.com/backspin/2008/06/june-19-links.html" target="_blank">ShareThis</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rabbinale Raad van Yesha: In tijden van oorlog heeft de vijand geen onschuldige]]></title>
<link>http://mijnnieuwsarchief.wordpress.com/?p=11</link>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 07:47:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>me</dc:creator>
<guid>http://mijnnieuwsarchief.wordpress.com/?p=11</guid>
<description><![CDATA[30 juli 2006
De Rabbinale Raad van Yesha kondigde aan in reactie op een aanval van het Israëlische ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>30 juli 2006</p>
<p align="justify">De Rabbinale Raad van Yesha kondigde aan in reactie op een aanval van het Israëlische Defensieleger in Qana dat "er volgens de Joodse wet, in een tijd van oorlog en strijd, geen begrip bestaat als 'onschuldige' van de vijand." <!--more--></p>
<p align="justify">Alle discussies over de Christelijke ethiek verzwakken de geest van het leger en de natie, en stellen voor ons de prijs vast in het bloed van onze soldaten en burgers," luidt de verklaring. (Efrat Weiss)</p>
<p><i>http://www.ynetnews.com/articles/1,7340,L-3283720,00.html</i></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
